Postingan

Syafaat Nabi ﷺ di Padang Mahsyar

tentang syafa’at (pertolongan/permohonan khusus) Nabi Muhammad ﷺ di Hari Kiamat , khususnya syafa’at terbesar (Asy-Syafa‘ah al-‘Uzhmā) . Berikut penjelasan ringkasnya: 1. Makna Syafa’at Terbesar Syafa’at terbesar adalah pertolongan Nabi Muhammad ﷺ untuk seluruh manusia di Padang Mahsyar agar Allah segera memulai keputusan (hisab). Saat itu manusia sudah sangat lama menunggu, dalam keadaan susah dan kacau. 2. Manusia Mencari Syafa’at Dalam kondisi tersebut, manusia mendatangi para nabi satu per satu (Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa ‘alaihimussalam) untuk meminta agar mereka memohon kepada Allah. Namun setiap nabi menolak dengan alasan masing-masing , sampai akhirnya mereka datang kepada Nabi Muhammad ﷺ. 3. Nabi Muhammad ﷺ Menerima Nabi ﷺ berkata: “Aku yang berhak untuk itu.” Artinya, beliau yang diizinkan oleh Allah untuk memohon syafa’at besar ini. 4. Sujud di Bawah ‘Arsy Nabi ﷺ kemudian bersujud di bawah ‘Arsy Allah , memuji Allah dan memohon syafa’at. Lalu Allah memerintahkan belia...

TANDA TANDA KIAMAT

1. Waktu Kiamat adalah Rahasia Allah Hanya Allah ﷻ yang mengetahui kapan Kiamat terjadi Tidak ada satu pun makhluk—baik manusia, malaikat, bahkan Nabi—yang mengetahui waktunya secara pasti Ini adalah bagian dari ilmu ghaib mutlak yang Allah simpan sendiri. 2. Jawaban Nabi ﷺ Saat Ditanya tentang Kiamat Ketika Rasulullah ﷺ ditanya kapan Kiamat terjadi, beliau menjawab: مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ “Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.” Maksudnya: Nabi ﷺ menegaskan bahwa beliau juga tidak mengetahui waktu Kiamat Ini menunjukkan: Kerendahan hati Nabi ﷺ Penolakan anggapan bahwa Nabi mengetahui segala sesuatu Penegasan bahwa ilmu ghaib hanya milik Allah Hadits ini adalah bagian dari Hadits Jibril , yang sangat terkenal dalam Islam. 3. Penegasan dari Al-Qur’an (QS. Al-A’raf: 187) Ayat yang dikutip menegaskan kembali hal tersebut: يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ...

CINTA

Definisi Cinta kepada Allah Cinta kepada Allah bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah kondisi di dalam hati . Dampak nyata dari rasa cinta ini adalah: Ketekunan: Dorongan kuat untuk terus taat. Kesungguhan: Totalitas dalam beribadah dan mengabdi. Kecepatan: Tidak menunda-nunda dalam melakukan hal yang diridhai Allah. Jalur Menuju Cinta Allah (Hadits Qudsi) Hadits Qudsi yang sangat masyhur (diriwayatkan oleh Imam Bukhari). Inti dari pesan tersebut adalah: "... hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nafilah (sunnah) hingga Aku mencintainya." Maksudnya adalah: Untuk mendapatkan tingkatan "dicintai oleh Allah", seseorang tidak cukup hanya mengerjakan yang wajib (seperti Shalat 5 waktu). Ia perlu menambahnya dengan amalan sunnah (nafilah) , seperti shalat tahajud, puasa sunnah, atau dzikir secara konsisten. Dampak Menjadi Kekasih Allah jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka hamba tersebut akan mendapatkan: Bimbingan Anggota Tub...

العقل المدرك

   وعن عطاء بن يسار قال : قال رسول الله الله لعمر بن الخطاب رضي عمر كيف بك إذا أنت مت فانطلق بك قومك فقاسوا لك ثلاثة أذرع في ذراع وشبر ثم رجعوا إليك فغسلوك وكفنوك وحنطوك ، ثم احتملوك حتى يضعوك فيه، ثم يهيلوا عليك التراب ويدفنوك، فإذا انصرفوا عنك أتاك فتانا القبر منكر ونكير أصواتهما كالرعد القاصف وأبصارهما كالبرق الخاطف يجران أشعارهما ويبحثان القبر بأنيابها فتلتلاك وترتراك كيف بك عند ذلك يا عمر ؟ فقال عمر : ويكون معي مثل عقلي« الآن ؟ قال : ( نعم ) قال : « إذا أكفيكهما ، وهذا نص صريح في أن العقل لا يتغير بالموت إنما يتغير البدن والأعضاء . فيكون الميت عاقلاً مدركاً عالماً بالآلام واللذات كما كان ، لا يتغير من عقله شيء . وليس العقل المدرك هذه الأعضاء بل هو شيء باطن ليس له طول ولا عرض بل الذي لا ينقسم في نفسه هو المدرك الأشياء . ولو تناثرت أعضاء الإنسان كلها ولم يبق إلا الجزء المدرك الذي لا يتجزأ ولا ينقسم لكان الإنسان العاقل بكماله قائماً باقياً وهو كذلك بعد الموت، فإن ذلك الجزء لا يحله الموت ولا يطرأ عليه العدم. Diriwayatkan dari 'Atha' bin Yasar, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabd...

ذكرى ما بعد الموت

  "كَمَا أَنَّ لِلْمَوْتِ شِدَّةٌ فِي أَحْوَالِهِ وَسَكَرَاتِهِ وَخَطَرًا فِي خَوْفِ الْعَاقِبَةِ كَذَلِكَ الخطرُ فِي مُقَاسَاةِ ظُلْمَةِ الْقَبْرِ وَدِيدَانِهِ ثُمَّ لِمُنْكَرٍ وَنَكِيرٍ وَسُؤَالِهِمَا ثُمَّ لِعَذَابٍ الْقَبْرِ وَخَطَرِهِ إِنْ كَانَ مَغْضُوبًا عَلَيْهِ." Terjemahan: Sebagaimana kematian memiliki kesulitan dalam berbagai kondisinya dan sakaratnya, serta bahayanya dalam kekhawatiran akan akhir nasib, begitu pula bahaya dalam menghadapi kegelapan kubur dan ulat-ulatnya. Kemudian, menghadapi Malaikat Munkar dan Nakir beserta pertanyaan mereka, serta siksaan kubur dan bahayanya jika seseorang termasuk golongan yang dimurkai Allah. Penjelasan: Teks ini menggambarkan perjalanan manusia setelah kematian, dimulai dari sakaratul maut hingga kehidupan di alam kubur. Berikut rincian penjelasannya: Kesulitan saat kematian: Sakaratul maut:  Saat-saat menjelang ajal adalah momen yang sangat berat dan penuh dengan kesulitan bagi manusia. Kekhawatiran akan akhir nasib:  ...

بيان المأثور عند موت الولد

    حَقُّ عَلَى مَنْ مَاتَ وَلَدُهُ أَوْ قَرِيبٌ مِنْ أَقَارِبِهِ أَنْ يُنْزِلَهُ فِي تَقَدُّمِهِ عَلَيْهِ فِي الْمَوْتِ مَنْزِلَةَ مَا لَوْ كَانَ فِي سَفَرٍ فَسَبَقَهُ الْوَلَدُ إِلَى الْبَلَدِ الَّذِي هُوَ مُسْتَقَرُّهُ وَوَطَنُهُ فَإِنَّهُ لَا يَعْظُمُ عَلَيْهِ تَأَسُّفُهُ لِعِلْمِهِ أَنَّهُ لاحِقُ بهِ عَلَى الْقُرْبِ وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا إِلَّا تَقَدُّمُ وَتَأْخُرُ وَهَكَذَا الْمَوْتُ فَإِنَّ مَعْنَاهُ السَّبْقُ إِلَى الْوَطَنِ إِلَى أَنْ يَلْحَقَ الْمُتَأَخَّرُ Prinsip Utama Kematian adalah bagian dari perjalanan hidup: Setiap orang akan "menyusul" ke tempat yang sama, yaitu akhirat. Memahami takdir: Orang yang meninggal lebih dahulu dianggap hanya mendahului perjalanan, bukan meninggalkan untuk selamanya. Mengurangi kesedihan dengan berpikir positif: Kesedihan tetap manusiawi, tetapi harus diimbangi dengan pemahaman bahwa kematian adalah bagian dari sunnatullah. "حَقٌّ عَلَى مَنْ مَاتَ وَلَدُهُ أَوْ قَرِيبٌ مِنْ أَقَارِبِهِ أَنْ يُنْزِلَهُ فِي تَقَدُّمِهِ عَلَيْهِ ...