TANDA TANDA KIAMAT
1. Waktu Kiamat adalah Rahasia Allah
-
Hanya Allah ﷻ yang mengetahui kapan Kiamat terjadi
-
Tidak ada satu pun makhluk—baik manusia, malaikat, bahkan Nabi—yang mengetahui waktunya secara pasti
Ini adalah bagian dari ilmu ghaib mutlak yang Allah simpan sendiri.
2. Jawaban Nabi ﷺ Saat Ditanya tentang Kiamat
Ketika Rasulullah ﷺ ditanya kapan Kiamat terjadi, beliau menjawab:
مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ
“Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.”
Maksudnya:
-
Nabi ﷺ menegaskan bahwa beliau juga tidak mengetahui waktu Kiamat
-
Ini menunjukkan:
-
Kerendahan hati Nabi ﷺ
-
Penolakan anggapan bahwa Nabi mengetahui segala sesuatu
-
Penegasan bahwa ilmu ghaib hanya milik Allah
-
Hadits ini adalah bagian dari Hadits Jibril, yang sangat terkenal dalam Islam.
3. Penegasan dari Al-Qur’an (QS. Al-A’raf: 187)
Ayat yang dikutip menegaskan kembali hal tersebut:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah: sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”
Maknanya:
-
Manusia sering ingin tahu tanggal dan waktu pasti Kiamat
-
Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk:
-
Menolak klaim mengetahui waktunya
-
Mengembalikan seluruh pengetahuan itu kepada Allah
-
4. Fokus Islam: Tanda-tanda Kiamat, Bukan Waktunya
Di akhir paragraf disebutkan bahwa:
-
Tanda-tanda Kiamat itu banyak
-
Islam tidak mengajarkan kita untuk:
-
Menebak-nebak tanggal Kiamat
-
-
Tetapi mengajarkan untuk:
-
Mengenali tanda-tandanya
-
Memperbaiki iman dan amal
-
Bersiap menghadapi akhir kehidupan
Tanda-tanda Kiamat adalah peringatan agar manusia sadar dan bertobat
3. Penutupan Pintu Taubat
Surah Al-An'am: 158 yang berbunyi:
"...la yanfa'u nafsan imanuha lam takun amanat min qablu au kasabat fi imaniha khaira."
Maksudnya: Ketika tanda-tanda besar (seperti matahari terbit dari barat) sudah muncul, iman seseorang yang baru saja bertobat atau baru beriman pada saat itu tidak akan diterima lagi oleh Allah SWT. Kesempatan untuk beramal shaleh dan memperbaiki diri telah tertutup.
1. Tertutupnya Pintu Iman
Teks diawali dengan terjemahan Surah Al-An'am ayat 158 yang menegaskan bahwa ketika tanda-tanda besar kiamat sudah muncul (seperti matahari terbit dari barat), maka:
Iman seseorang yang baru percaya saat itu tidak akan lagi berguna atau diterima.
Amal kebajikan yang baru dilakukan saat itu juga tidak akan memberikan manfaat bagi pelakunya jika sebelumnya ia tidak beriman.
2. Urutan Peristiwa Kiamat Besar Tambahan
Teks tersebut merinci beberapa peristiwa besar lainnya yang akan terjadi, yaitu:
Dajjal: Akan muncul dan tinggal di bumi selama empat puluh hari.
Kehancuran Ka'bah: Ka'bah akan diruntuhkan oleh orang-orang Habasyah setelah wafatnya Nabi Isa AS.
Hilangnya Al-Qur'an: Seluruh ayat Al-Qur'an akan diangkat/dihilangkan, baik dari mushaf (buku) maupun dari hafalan dalam dada manusia, sehingga tidak ada lagi satu ayat pun yang tersisa di bumi.
Angin Pencabut Nyawa: Munculnya angin yang khusus mencabut nyawa setiap orang mukmin.
3. Kondisi Manusia Saat Kiamat Terjadi
Setelah semua orang beriman wafat karena angin tersebut, kondisi bumi menjadi sangat buruk:
Hanya tersisa orang-orang buruk yang berperilaku amoral (digambarkan melakukan hubungan badan seperti keledai).
Kepada kelompok manusia paling buruk inilah kiamat (kehancuran alam semesta) akhirnya ditimpakan.
4. Dalil Hadits
Teks diakhiri dengan kutipan hadits riwayat Muslim (nomor 148) dari Anas RA yang menyatakan bahwa:
Kiamat tidak akan terjadi selama masih ada orang di bumi yang mengucapkan atau menyebut nama Allah.
Ini menegaskan bahwa kiamat besar (kehancuran total) hanya akan menimpa manusia yang sudah benar-benar tidak mengenal Tuhan sama sekali.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ditanya oleh para sahabat tentang hari kiamat.
Mereka bertanya:
“Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu akan terjadi?”
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
“Orang yang ditanya dan orang yang bertanya sama-sama tidak mengetahui.”
Artinya, tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui secara pasti kapan hari kiamat terjadi, termasuk Nabi Muhammad ﷺ. Ilmu tentang waktu kiamat adalah rahasia Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah hanya diberi tahu tanda-tanda menjelang terjadinya hari kiamat.
Kemudian Rasulullah ﷺ menjelaskan beberapa tanda-tanda besar dan kecil menjelang hari kiamat.
1. Anak Durhaka kepada Orang Tua
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa salah satu tanda kiamat adalah:
“Apabila seorang perempuan melahirkan tuannya.”
Maksud dari hadits ini adalah, anak-anak di akhir zaman akan durhaka kepada orang tuanya.
Orang tua yang melahirkan justru diperlakukan seperti pembantu, bahkan seperti budak oleh anaknya sendiri. Anak dengan mudah memerintah orang tua, membentak, dan tidak lagi menghormati mereka.
Jika kondisi seperti ini telah menjadi hal biasa, maka itu adalah tanda bahwa kiamat sudah semakin dekat.
2. Orang Kampung Berlomba-lomba Membangun Rumah Mewah
Tanda berikutnya yang disebutkan Rasulullah ﷺ adalah:
“Apabila orang-orang desa dan dusun berlomba-lomba membangun rumah yang mewah.”
Rumah-rumah megah dan bangunan indah bukan lagi hanya di kota, tetapi sudah merata sampai ke kampung-kampung. Manusia berlomba-lomba bukan untuk ibadah, tetapi untuk bermegah-megahan.
3. Orang Jahat Menang, Orang Baik Kalah
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa menjelang kiamat:
-
Orang jahat menang atas orang baik
-
Orang zalim menang atas orang adil
-
Orang yang tidak amanah justru dipilih sebagai pemimpin
Orang-orang yang shalih dan berilmu sering kali kalah dan tersisih. Contohnya dalam pemilihan pemimpin, justru yang akhlaknya buruk, pemabuk, penjudi, atau tidak berilmu yang dipilih, sedangkan orang baik dan shalih ditinggalkan.
Ini adalah salah satu tanda kerusakan zaman menjelang hari kiamat.
4. Amanah Dianggap Keuntungan Dunia
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa di akhir zaman:
Amanah dianggap sebagai keuntungan dan keberhasilan dunia.
Jabatan, pangkat, dan kedudukan tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab, tetapi dianggap sebagai keberuntungan semata. Orang merasa senang ketika mendapat amanah, padahal amanah itu seharusnya dijalankan dengan rasa takut kepada Allah, penuh kehati-hatian, dan tanggung jawab.
5. Perempuan Menjadi Pemimpin Secara Umum
Rasulullah ﷺ juga menyebutkan bahwa di akhir zaman akan banyak:
-
Perempuan menjadi pemimpin
-
Perempuan menjadi kepala daerah
-
Perempuan memegang kekuasaan besar
Ini adalah bagian dari tanda-tanda yang disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah ﷺ.
6. Maraknya Perzinaan dan Hilangnya Rasa Malu
Di akhir zaman, perzinaan merajalela. Anak-anak hasil zina tersebar di mana-mana, dan rasa malu telah dicabut oleh Allah. Manusia tidak lagi merasa malu mengakui perbuatan dosa, bahkan membanggakannya.
Hilangnya sifat haya’ (malu) adalah tanda besar kerusakan moral menjelang hari kiamat.
7. Riba Merajalela di Mana-mana
Riba yang dahulu hanya ada di kota, kini sudah masuk ke desa-desa dan pelosok. Hutang-piutang tidak lagi dilakukan secara ikhlas, tetapi dengan tambahan dan bunga. Padahal riba adalah haram secara tegas dalam Islam.
8. Maraknya Pungli dan Suap
Pungutan liar, sogokan, dan suap merajalela di mana-mana:
-
Di kantor
-
Di jalan
-
Di pasar
-
Bahkan di tempat-tempat yang tidak terduga
Semua ini adalah tanda-tanda kehancuran moral manusia menjelang hari kiamat.
9. Masjid Megah, Tapi Sepi dari Ibadah
Masjid-masjid dibangun megah dan indah, namun isinya kosong dari jamaah dan dari dzikir kepada Allah. Manusia berlomba-lomba memegahkan bangunan masjid, bukan memakmurkan ibadahnya.
10. Amar Ma’ruf Nahi Munkar Ditinggalkan
Tanda kiamat yang paling berat adalah ketika amar ma’ruf nahi munkar ditinggalkan.
Ketika kemungkaran ditegur, orang berkata:
“Itu hak asasi manusia.”
Akhirnya kebaikan tidak lagi diperjuangkan, kemungkaran dibiarkan, dan agama dianggap urusan pribadi semata. Inilah kondisi umat menjelang hari kiamat.
11. Perdagangan Merajalela
Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa di akhir zaman:
-
Perdagangan ada di mana-mana
-
Setiap tempat menjadi pasar
-
Laki-laki dan perempuan sibuk berdagang bersama-sama
-
Manusia tenggelam dalam urusan dunia
Penutup
Semua yang disebutkan Rasulullah ﷺ ini adalah tanda-tanda menjelang hari kiamat. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar kita kembali kepada Allah, memperbaiki iman, akhlak, dan amal ibadah kita.
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita, keluarga kita, dan generasi kita dari fitnah akhir zaman.
Komentar
Posting Komentar